Cerita dari Pameran Homeschooling

panitia1

panitia ortu & panitia remaja

Saat Reza seharusnya masuk SD, dia mogok sekolah, pinginnya “belajar sama mama aja!” Jangan bayangkan saya ini mama yang hebat sampai si anak terpesona dan pingin belajar sama mamanya. Sebaliknya, saya malah ga sabaran ngajarin pelajaran sekolah ke anak. Lalu saya baca setumpuk buku tentang homeschooling dan menyadari bahwa konsep HS adalah ortu menjadi fasilitator anak belajar, bukan jadi guru (kalau bisa sekaligus jadi guru, ya boleh saja, tapi tidak harus). Jadi, saya cuma ngajak anak main, beli & baca buku, jalan-jalan ke berbagai tempat, ngobrol, memperkenalkan ke berbagai situs/fasilitas belajar online, dan memotivasi anak untuk belajar, memenej waktu, berkarya, dll. Panjanglah kalau diceritain di sini. Intinya, di rumah kami, saya tidak jadi guru untuk anak-anak saya.

Lalu, bagaimana dengan sosialisasi? Ini pertanyaan umum yang sering diajukan kepada para pelaku HS.

Hal ini pula yang ditanyakan oleh peserta acara Pameran dan Bincang Homeschooling kemarin, 13 Agustus 2016. Acara yang diadakan para ortu Homeschooler secara swadaya ini terlaksana di Bandung, di Gedung Indonesia Menggugat. Seorang narsum menjawab (yang sebenarnya membuat saya lega), sosialisasi itu bergantung pada masing-masing anak. Anak yang memang suka gaul, dengan mudah akan berteman dengan banyak orang, baik dia sekolah atau tidak sekolah. Sebaliknya, anak yang pendiam, introvert, lambat loading kalau berada di lingkungan baru, mau di sekolah atau di luar sekolah, ya akan seperti itu. Ortu berperan untuk mendorong anak agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Jpeg

Reza belajar origami dari Josephine

Hal ini saya rasakan sendiri melihat perkembangan Reza. Dari yang tadinya nempel banget sama saya, gak mau diajak bicara oleh orang yang belum akrab, ketakutan kalau terpisah dari saya, sekarang sudah banyak sekali kemajuannya. Di acara kemarin itu, anak HS yang hadir banyaaak banget. Saya sampai takjub juga, lho ternyata banyak ya, anak-anak yang HS di Bandung ini? Nah, Reza dengan segera sudah ‘menghilang’. Saya sibuk ngobrol dengan beberapa teman, dia entah kemana. Sesekali dia menemui saya, lalu hilang lagi. Main sama teman-teman barunya. Tentu, ada proses yang dilalui Reza sampai akhirnya seperti sekarang, misalnya ikut les ngaji dengan anak-anak tetangga, klub badminton, pramuka, dll.

Acara Pameran dan Bincang HS kemarin juga membuat saya kagum melihat anak-anak remaja yang mampu jadi panitia, bertanggung jawab di berbagai pos, mulai dari sound system, dokumentasi, dekor ruangan, sampai jualan makanan dan menjaga anak-anak di kids corner (penitipan anak, sementara para ortu ikut diskusi seputar HS). Beberapa anak yang berbakat menulis, mendisain cover & ilustrasi, membuat buku kecil isinya curhat anak HS, dicopy 50 eks, ludes terjual. Anak-anak lain memamerkan berbagai karya dan skill mereka, ada yang suka seni dan sudah berbisnis online, ada yang menampilkan hasil belajar mereka mengamati kelinci, berternak ayam petelur, melukis layang-layang, main musik, menari, melukis, membuat game di komputer, dll. Reza memamerkan film animasi pendek yang dibuatnya dengan software Pivot. Anak-anak HS Bandung juga mengadakan kegiatan latihan pramuka secara rutin dan kemarin menampilkan sebagian keterampilan mereka.

Yang juga menarik dari acara kemarin adalah bukti nyata bahwa setiap keluarga unik, setiap anak unik. Hal ini terlihat dari pemaparan para ortu Homeschooler, ceritanya beda semua, unik semua. Namun ada kesamaan di antara para homeschooler: memandang bahwa belajar tidak bisa dibatasi oleh ruang kelas. Belajar itu bisa dimana saja, kapan saja. Seperti judul buku karya mereka, “The world is our classroom.”

Simak permainan biola Kirana di acara tsb, lagu Tanah Airku

Advertisements

2 thoughts on “Cerita dari Pameran Homeschooling

  1. Homeschooling itu pada dasarnya membuat pendidikan sesuai kebutuhan anak dan bukan anak yang harus masuk ke dalam tuntutan kurikulum dan tuntutan sosial yang belum tentu cocok dengan tahapan perkembangannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s