Jalan-Jalan di Balikpapan

Habis dari Palembang, saya dapat undangan seminar di Balikpapan. Kali ini saya dianter si Akang. Anak-anak ditinggal di rumah, saya titipkan ke bi Elin yang biasa bantu-bantu di rumah kami. Hm, jadi serasa honeymoon gitu deh 😀

Tiba di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman,  waaah… airportnya modern dan keren banget, serasa di Doha atau KLIA gitu deh. Bisa lihat foto-fotonya di sini. Saya sempat berfoto-foto, tapi entah dimana tersimpannya. Selain ini sudah beberapa bulan yang lalu, dan saya memang payah dalam menyimpan file, selalu saja terserak dimana-mana.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, saya dan si Akang pinjam motor dari penjaga penginapan, dan jalan-jalan keliling kota. Tujuan utama, pingin cari pantai, tempat wisata favorit saya. Pantai yang kami tuju ada di pusat kota, jalan Sudirman. Kami menyusuri ruas-ruas jalan protokol yang lebar, asri, bersih, dan sepi banget.

Sekilas dilihat mata, memang kota ini terasa nyaman. Dan ternyata pada tahun 2014, Balikpapan pernah dinobatkan sebagai kota paling nyaman dan layak huni di Indonesia berdasarkan survei Indonesia Most Livable City Index yang dilansir Ikatan Ahli Perencana Indonesia. Indikator penilaian antara lain, ketersediaan dan kualitas fasilitas rekreasi, pendidikan, tingkat kriminalitas, dan ketersediaan lapangan pekerjaan. (sumber)

Poin ketersediaan lapangan kerja, tentu saja terkait dengan minyak dan segala industri penunjangnya. Kota ini memang dijuluki kota minyak. Industri perminyakan di Balikpapan sudah dimulai sejak zaman Belanda, yaitu sejak pengeboran minyak pertama kali dilakukan di teluk Balikpapan pada tanggal 10 Februari 1897. Sekarang, industri minyak di sini dikuasai Pertamina dan beberapa perusahaan asing seperti Total dan Unocal.

Sampai di Jalan Sudirman, kami masuk ke sebuah pantai, namanya entah apa, lupa lagi. Yang terkenal di kawasan ini adalah Pantai Kemala alias Pantai Polda, tapi rasanya kami tidak masuk ke sana deh, melainkan ke pantai di sekitar situ, yang lebih sederhana.

Tak lama, kami pun kembali naik motor. Sempat berhenti di beberapa tempat untuk berfoto. Antara lain di Taman Bekapai dan Masjid At-Taqwa Balikpapan yang indah.

Habis itu, cari sarapan deh. Kami menemukan warung soto Banjar, lumayan enak.

Ya udah, gitu aja. Habis itu siap-siap untuk seminar. Dan sebelum pulang ke Bandung, kami sempat diajak jalan-jalan melihat kilang-kilang minyak serta berkunjung ke pasar tradisional, mencari souvenir khas Kalimantan untuk oleh-oleh.

balikpapan8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s