[Parenting] Membeli Karya Anak

IMG20170604115046
Sharing sedikit lagi ya, semoga ga bosen. Karena di status sebelumnya mengutip Stephen King, saya teringat bahwa King waktu kecil rajin menulis dan tulisan itu ‘dibeli’ oleh ibunya.
 
Ini saya copas dari tulisan lama saya. King dalam buku “Stephen King on Writing”, menulis, “Punya seseorang yang mempercayaimu dapat membuat perubahan besar. Mereka tak harus menyusun pidato. Hanya percaya saja biasanya sudah cukup.”
 
King adalah penulis lebih dari 30 buku best-seller (yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia) ternyata bukan seorang yang melewati masa kecil secara ‘normal’. Ibunya single parent dan mereka sering pindah-pindah tempat tinggal. Namun, King bisa tumbuh menjadi penulis besar karena ternyata ibunya SANGAT menghargai tulisan-tulisannya. Tulisan King kecil diapresiasi ibunya (bahkan ibunya membeli karya King kecil seharga 25 sen untuk tiap cerita).
 
Advertisements

[Parenting] Mendidik Anak Sempurna (?)

IMG20170424080620

Ini sharing ala ibuk-ibuk ya… Ga usah ditanggapi dengan tegang. Jadi gini, barusan muncul di timeline FB, status orang, “saya kenal sama anak-anak muda yang pemikirannya cemerlang…rajin update status.. tapi mereka itu ga peduli sama urusan rumah, ga bantu-bantu ibunya, idealismenya ga terealisasi di kehidupan nyata.”

Saya ga ingin menilai negatif atas status ini. Saya pingin membahas dari sisi positif saja. Bahwa memang mendidik anak itu beraaaat… Manusia ga ada yang sempurna, tapi kita ortu perlu berupaya mendidik anak sesempurna mungkin. Banyak sekali aspek yang harus kita kembangkan dalam diri anak-anak. Jangan merasa sudah ‘selesai’ ketika anak kita pinter akademis, pinter nulis, pinter ini-itu. Kalau ustad Harry Santosa merumuskan ada sekian fitrah anak yang musti dikembangkan ortu: fitrah keimanan, bakat, belajar, seksualitas, perkembangan, estetika, sosial dll.

Continue reading

Afi, Plagiarisme, dan Logical Fallacy

Close-up  of young beautiful woman hands writing and work with laptop computer.Afi Nihaya Faradisa adalah seorang facebooker yang sangat terkenal karena status-statusnya di-like puluhan ribu orang. Tulisannya yang jadi hits berjudul ‘Warisan’. Saya tidak sepakat 100% dengan isinya, tapi menurut saya, sah-sah saja orang berpendapat dan berproses.  Dan sebuah tulisan yang baik (bukan hoax atau hate speech), selayaknya ditanggapi dengan baik dan beradab. Tapi anehnya, tulisan Afi ini mendatangkan bully-an dahsyat. Akun FB nya sempat down karena direport ramai-ramai.

Lalu, Afi menjadi sangat terkenal, masuk TV dan diwawancarai media dan bahkan masuk TV, acara Rosi dan Mata Najwa. Dalam acara itu, sekilas saya lihat Afi mampu memberikan pendapat dengan jelas, jadi ‘cocok’ dengan tulisannya. Dalam arti, apa yang ia tulis memang terinternalisasi dalam dirinya sehingga ia mampu menyampaikan pula dengan lisan.

Eh, tiba-tiba muncul tuduhan bahwa tulisan Afi itu plagiat. Banyak sekali yang komen, simpang siur, entah benar copas entah tidak. Saya tidak ada waktu untuk mengikuti intens. Tapi, ada hal-hal yang membuat saya miris.

Jadi ini komentar saya.

Continue reading