Basa-Basi Basi

body shamingBuka FB pagi-pagi, ketemu artikel soal “body shaming“. Saya baru tahu istilah ini, kurang-lebih maknanya mengolok-olok tubuh orang (atau diri sendiri). Isi tulisan ini pun seputar pengalaman pahit seseorang yang sering mengalami body shaming, dan tips untuk menghadapinya.

Tapi saya lebih sering mendapati jenis ‘body shaming’ yang sebenarnya tidak bermaksud membully atau mencela (ini prasangka baik saya) melainkan karena ingin menunjukkan perhatian, tapi akibatnya malah jadi SOK PERHATIAN dan MENYEBALKAN. Saat ketemu dengan seseorang yang lama tak jumpa, komentar yang lazim diucapkan, “Gemuk ih, sekarang, makmur nih ye!” atau sebaliknya, dengan ekspresi wajah prihatin, “Kok kurus banget, kecapekan ya?”

Ibuk-ibuk, sadarilah, setiap perempuan itu (termasuk Anda sendiri) punya kondisi berbeda-beda. Saya pernah baca curhat seseorang yang sebal dikomentari gemuk. Memang ibu itu tidak gemuk, tapi montok, dan sebenarnya cantik!

Saya sendiri, karena sering dikatain “kurus kering” waktu kecil (maksudnya -saya percaya- baik, supaya saya makan lebih banyak), sangat sensitif dengan komentar kurus. Jadi, saya malah seneng saat dikomentari gemuk. Aneh tho?  Continue reading

Advertisements