Saya dan Hari Favorit Winnie the Pooh

Beberapa hari yang lalu, saat kami liburan ke Padang, si Akang, Rana, dan Reza pergi ber-3 ke Transmart. Tujuan mereka, menonton Christopher Robin dan main (tepatnya: menemani Reza main). Saya tidak ikut, ada paper yang harus saya selesaikan. Paper yang sudah berminggu-minggu, tak jua selesai. Padahal deadline semakin mendekat, dia seperti monster yang menghantui setiap malam. Dan ketika mereka pulang, tak ada kemajuan pada paper itu. Waktu saya habis untuk hal-hal lain.

Ketika mereka pulang, semua berkomentar mirip: filmnya bagus sekali, Mama harus nonton karena itu ‘mama banget’. What?

Dengan penuh semangat, baik Rana maupun Akang mengulangi dialog-dialog yang -kata mereka- luar biasa. Sementara Reza hanya menyimak.

Akhirnya saya benar-benar menyempatkan waktu untuk itu, di Bandung. Setelah paper itu selesai (dengan tidak memuaskan, karena diselesaikan detik-detik akhir).

Saya menonton sendirian, dan menanti-nanti kalimat-kalimat yang membuat Rana dan Papanya terpesona.

Continue reading

Advertisements