Tentang Para Ummi yang Menghadapi KPopers dengan Keras

angry momSaya sudah belajar parenting ke banyak orang, juga belajar neurosemantic, belajar ini-itu… kesimpulan saya: tidak mungkin menyadarkan anak/remaja dengan sikap keras.

Bahkan Allah SWT saat memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun menasehati Firaun, menyuruh kedua Nabi mulia menggunakan kata-kata yang lemah lembut: “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaahaa: 44).

Ada hadis: “Tidaklah lemah lembut dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah sikap keras dalam segala sesuatu kecuali dia akan merusaknya.” (HR Muslim).

Karena itu, saya sungguh terheran-heran melihat seorang ummi yang dulu guru parenting saya dan seorang dosen-ustazah yang konon mengerti parenting dengan amat frontal mengecam grup penyanyi Korea (KPop): di depan publik, membuat status atau tweet di medsos. Lalu fans kedua Ummi ini pun (yang umumnya juga ummi-ummi saleha) terkaget-kaget melihat respon yang amat keras dari KPopers; bahkan kemudian berbalik marah-marah ke mereka.

Bukankah salah satu tips utama yang diajarkan di kelas-kelas parenting itu: kalau anakmu salah, bawa ke kamar, lalu nasehati berdua saja; jangan omelin di depan umum.

Apa para ummi ini tidak tahu (sedemikian kurang gaulnyakah?) bahwa KPopers itu sangat fanatik dan sangat marah saat idola mereka diganggu? Ketika kalian nasehati dengan cara keras dan frontal, apa akan ngefek?

Para KPopers, sama seperti fans bola dari klub tertentu, atau fans ustadz tertentu [nah Ummi-Ummi pasti paham dimana sakitnya kalau ustad pujaan Ummi dihina kan?], adalah orang/remaja yang sedang tergila-gila pada sesuatu.  Monggo dibaca lagi buku teori parenting, gimana caranya bicara sama orang yang lagi jatuh cinta/fanatik pada sesuatu? Dengan kalimat judgemental? Bakal ngefek, nggak?

Bila tujuan ummi-ummi ini adalah meminta KPI atau pemerintah membatalkan tayangan/show grup musik asal Korea Selatan, haruskah dengan menulis status provokatif di medsos sehingga menimbulkan kegaduhan yang tak perlu? Kita bisa lihat, akhirnya malah ajaran Islam (hijab) yang jadi bulan-bulanan dan ejekan. Debat  melebar kemana-mana, pesan utama tak tertangkap. Tapi lagi-lagi yang disalahkan oleh para ummi saleha ini adalah ‘para nyinyirun’.

Atau.. mungkin perlu diingat lagi salah satu bahasan dalam parenting: seringkali ibu-ibu marah kepada anak bukan karena kelakuan si anak tapi karena ada ‘sesuatu yang lain’ di dalam bawah sadarnya yang terstimulasi.

Misalnya nih, si ibu sedang kesal sama suami, tapi dipendam saja, tidak mampu bicara. Lalu si bocah menumpahkan susunya di karpet. Peristiwa itu menjadi stimulan: ibu ngamuk atau ngomel panjang lebar ke anak; padahal sebenarnya hal utama yang bikin dia geram adalah kelakuan si suami.

Nah, apa sih tujuan para ummi itu marah-marah soal KPop? Mau menasehati anak-anak agar mengikuti standar kesalehan para ummi; atau ada sesuatu yang lain? Marah sama “rezim”, misalnya… #ehm. Nah, kalau yang disasar adalah “rezim”, bukankah Ummi-Ummi ini dengan dukungan partainya punya akses ke elit? Bukankah lebih bijak berjuang dalam senyap, lalu ujug-ujug TV mengubah kebijakan tayangannya sehingga lebih ramah anak?

Saya baru membaca tulisan seorang Ummi yang bijak sekali soal KPop ini. Menurut saya, inilah metode yang keren: dia meraih hati para KPopers [dengan cara bercerita panjang lebar soal kehebatan para idol, dia berusaha membangun frekuensi yang sama dengan KPopers] dan menyelipkan pesannya dengan cara yang amat elegan, tidak menggurui.

Bukankah ini yang diajarkan Ummi pakar parenting itu di pelatihannya: salah satu  cara komunikasi tradisional yang harus dihindari adalah menasehati  [dalam makna: menggurui, mencereweti]

Maaf, hanya sekedar mengingatkan.

🙂

 

***

Ini tulisan tentang KPop yang menurut saya keren itu: https://sintayudisia.wordpress.com/2018/12/12/kalau-kamu-penggemar-hallyu/

 

Advertisements

One thought on “Tentang Para Ummi yang Menghadapi KPopers dengan Keras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s