[Sharing] Kiat Sukses Akademik

Ini tulisan di FB saya 26 September 2013. Mungkin ada manfaatnya bila diupload ulang.

Dua hari yll saya diminta ngisi talkshow di radio, menggantikan seorang narasumber tetap yang tentu saja lebih keren 🙂 Tema yang diberikan ke saya, ‘Kiat Sukses Akademik’.

Yang saya jelaskan, sukses dalam berbagai pekerjaan (termasuk juga akademik) akan dicapai oleh pribadi yang independen. Nah, supaya jadi independen, seseorang perlu memiliki 3 kebiasaan, yaitu proaktif, mulai dari ‘tujuan’, dan meletakkan prioritas dengan benar.

Proaktif adalah lawan dari reaktif. Manusia yg reaktif adalah manusia yang responnya bisa diduga. Kalau dihina akan marah atau minder; kalau dosen ngajarnya ga bisa dipahami, akan dijadikannya justifikasi atas ketidakmampuannya memahami pelajaran; kalau miskin akan menyerah dan putus sekolah. Sebaliknya, manusia proaktif responnya tidak diduga karena dia mampu mencari respon2 kreatif. Saat dihina, dia akan mikir dulu, introspeksi, lalu cari respon yg menguntungkan dirinya (misal: belajar lebih keras supaya yg menghinanya gigit jari, atau kalau perlu tuntut si penghina ke pengadilan supaya dapat uang ganti rugi, hehe). Saat dosen ga bisa dipahami, cari teman diskusi, cari buku, pelajari sendiri, dll. Saat ga ada uang buat bayar sekolah, cari beasiswa, kerja parttime dll. Artinya, bagi orang proaktif, kesuksesannya bergantung pada dirinya sendiri dan itulah pribadi yang independen.

Kedua, mulai dari ‘tujuan’, artinya saat melakukan sesuatu hal (misalnya belajar), dia sudah membayangkan, apa hasil akhir yang ingin dicapainya. Visualisasikan apa yg dicita-citakan itu (bayangkan dalam benak), dan petakan apa saja yang musti dilakukan untuk mencapai cita-cita itu. Artinya, dia independen karena tujuan hidupnya ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan oleh orang lain. (Note: that’s why prinsip ‘aku jalani hidupku mengalir saja, kayak air’ sepertinya kurang tepat.. syukur2 kalau mengalirnya ke lautan yang bersih ya.. kalau ngalirnya ke lautan beracun limbah kimia gimana dong?)

Ketiga, taruh prioritas. Prioritas adalah segala sesuatu yang PENTING dan terkait dengan tujuan/cita-cita. Sesuatu yang PENTING tidak sama dengan sesuatu yang mendesak. Misalnya, besok ujian, dan musti belajar. Di saat yang sama, musti kongkow2 ke mall (dan ke mall-nya musti SEKARANG krn hari ini hari ultahnya si temen). Nah, musti bisa milih tuh: melakukan yang penting atau mengalah pada rasa ‘tidak enak’ pada teman?

Orang yang sukses adalah yang melakukan sesuatu yang penting di waktu yang tepat. Dia tidak terjajah oleh apa ‘kata teman’, dan tidak terjajah oleh mendesaknya waktu. Contoh terjajah oleh waktu: melakukan pekerjaan di saat deadline. Seolah2 kalau DL, ide2 jadi mengalir deras; padahal ini adalah masalah kebiasaan; dan kalau dilakukan tidak dalam waktu DL sebenarnya hasilnya akan jauh lebih maksimal.

Utk bidang akademik, belajar di saat DL (sistem kebut semalam/SKS ) jelas hasilnya jauh beda dengan belajar yg tenang dan dilakukan tanpa ketergesaan. Karena otak kita akan menyimpan pengetahuan di long term memory jika kita menerima pengetahuan itu dengan rasa senang/bahagia. Coba saja buktikan: belajar dg hasil SKS mungkin bisa membuat kita dapat nilai ujian bagus, tapi dalam sekejap kita lupa yang dihapalkan itu.

(Ilmu ini saya dapat dari bukunya Stephen Covey, The 7 Habits of Highly Effective People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s