Persentase Sisa Hidup Kita

Tadi pagi, seperti biasa sejak tahun baru 2021, kami usai sholat Subuh berjamaah melatih diri mengucapkan syukur dengan detil.

Reza dengan terkantuk-kantuk, terdiam lama.

“Kok diam?”

“Iya, sedang mikir”

“Terima kasih ya Allah.. kemarin aku bisa makan…” kata Reza, lalu terdiam lagi.

“Apa lagi?”

“Hmm.. aku bersyukur atas hal-hal mainstream lainnya.”

Frasa yang lucu sekali, tapi bikin saya mikir. Terkadang terasa sulit untuk mendetilkan apa saja yang harus disyukuri, karena terasa “mainstream”, terasa biasa saja. Tapi bahkan hidup yang terasa mainstream itu pun perlu disyukuri.

Apalagi di saat berita-berita kematian terasa membombardir beberapa hari terakhir. Di grup-grup WA, ada saja yang share tentang kematian orang-orang yang tak saya kenal. Lalu pesawat Sriwijaya Air jatuh ke laut, merenggut nyawa seluruh kru dan penumpangnya. Lalu seorang tentara, yang sempat menjadi rekan yang sangat baik bagi saya dalam melalui hari-hari perjuangan menyelesaikan S3, meninggal dunia. Kemarin, Syekh Ali Jabir wafat. Lalu pagi dini hari ini, seorang ustazah yang amat lembut dan baik hati di kompleks saya juga menghembuskan nafas yang terakhir.

Alfaatihah dan sholawat untuk mereka semua, semoga husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan dilimpahi kesabaran dan kekuatan. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Dan detik ini, kita (saya) yang masih diberi kesempatan hidup punya tugas besar: merenung, mencari hikmah.

Saya teringat pada kaos yang dipopulerkan vlogger terkenal Nas Daily ini. Gambarnya adalah baterai. Hidup ini umpama baterai, ada masa pakainya. Masa pakai ini bisa merujuk ke life expectancy per negara. Orang Indonesia, berdasarkan data 2019, punya usia harapan hidup 71,2 tahun.Bila diasumsikan masa pakai baterai saya adalah 63 tahun (merujuk ke usia Rasulullah SAWW), saat ini usia saya 46 tahun, berarti baterai yang terpakai sudah 73% dan sisa baterainya hanya 27% lagi. TIDAK BANYAK. Dan bahkan sangat mungkin lebih sedikit lagi. Besok, lusa, atau beberapa menit lagi, bisa saja baterai saya habis.

Dan inilah pertanyaan besarnya: sisa usia yang (mungkin) 27% lagi ini, digunakan untuk apa?

One thought on “Persentase Sisa Hidup Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s