Catatan Menyambut Tahun Baru 2022

Malam tahun baru, menjelang 1 Januari 2022, kami melewatinya di rumah saja. Bakar jagung dan memanggang sosis di atas kompor gas, bukan di atas arang. Minumannya ramuan 131, biar tubuh lebih segar dan setrong melawan virus. Rana menulis resolusi tahun baru di bukunya, berdiskusi dengan Papa. Reza menolak membincangkan resolusinya, ya sudah ga apa-apa. Saya juga ga punya resolusi apa-apa, tapi bertekad memanfaatkan waktu sebaik mungkin di masa-masa mendatang.

Alhamdulillah, kami bisa menyaksikan keramaian kembang api dari lantai dua rumah kami. Alhamdulillah, karena ‘perjuangan’ membangun 2 ruangan tambahan di lantai dua itu buat kami “sesuatu” banget. Dan kini kami untuk pertama kalinya, duduk di sana, menikmati pesta kembang api. Meski kucing kesayangan kami, Grey, jadi meringkuk ketakutan.

Malam ini, sambil menanti jam 12 malam, saya mengulang-ulang beberapa bagian dari buku “Berani Tidak Disukai” (Ichiro Kishimi & Fumitake Koga). Saya kutip di sini salah satu bagian yang menarik (meski semuanya sangat menarik, buat saya).

Terkadang kita melihat orang lain yang lebih hebat dengan perasaan inferior; menyesali kondisi diri sendiri, lalu berkata “Seandainya aku jadi dia.” Buku ini berisi dialog antara seorang pemuda dan seorang filsuf. Ada bagian di mana si filsuf merespons si pemuda yang bilang “seandainya aku jadi si Y” dengan kalimat-kalimat berikut ini:

“Tak peduli seberapa besar harapanmu untuk menjadi Y, kau tidak bisa dilahirkan kembali sebagai dirinya. Kau bukan Y. Tidak masalah bagimu untuk menjadi dirimu sendiri. Akan tetapi, aku tidak berkata bahwa menjadi “persis seperti dirimu sekarang” itu sudah cukup. Kalau kau tidak bisa benar-benar merasa bahagia, jelas ada yang tidak beres dengan keadaanmu saat ini. Kau harus terus melangkah dan tidak berhenti.”

“Terus melangkah maju tanpa bersaing dengan siapa pun itu sudah cukup.”

“Perasaan inferior yang sehat tidak timbul dari membandingkan diri sendiri dengan orang lain, namun dari membandingkan diri sendiri dengan keadaan diri yang ideal.”

“Yang penting bukanlah dengan apa seseorang dilahirkan, namun bagaimana dia memanfaatkannya.”

“Kita menentukan hidup kita sendiri menurut makna yang kita berikan pada pengalaman di masa lalu. Hidupmu bukanlah sesuatu yang diberikan orang lain, tapi sesuatu yang engkau pilih sendiri, dan kaulah yang bisa memutuskan bagaimana caramu menjalani hidup.”

Ada penjelasan Kishimi dan Koga yang sangat relate dengan problem yang kami hadapi dua tahun terakhir, dan buat saya mind-blowing banget. Tapi saya pikir, sebaiknya tidak diceritakan di publik, intinya sih terkait parenting. Yang jelas, saat membaca itu, kami sedang staycation di sebuah hotel di Lembang. Tanggalnya sengaja dipilih 29-30 Desember, bukan pas tahun baru, dengan alasan ekonomis (harga hotel pas di tahun baru tentu saja lebih mahal) dan kuatir macet parah. Alhamdulillah, itu pilihan tepat, kami sama sekali tidak kena macet, dan bahkan ketika pulang, jalanan lancar, sementara arus sebaliknya (ke arah Lembang, padat merayap).

Nah, saat staycation itulah saya merenung (sambil baca bukunya Kishimi dan Koga) dan menemukan pencerahan. Alhamdulillah. Dan di saat itu pula, tiba-tiba ada perubahan sikap yang menakjubkan dari putra kami. Ini seperti kalimat bijak: kamu melangkah satu langkah, Allah mendekatimu dengan berlari (saya lupa persisnya gimana). Yang penting, saat ada problem, kita terus berjalan, terus maju mencari solusi sambil terus berdoa, nanti Allah yang membukakan jalan yang paling tepat.

Sebenarnya hotel yang kami tempati menyediakan kolam renang, tapi tidak ada yang mau berenang. Anak-anak maunya istirahat saja, menikmati suasana kamar yang jauh berbeda dari kamar mereka sendiri. Sorenya, kami makan siang di sebuah restoran Turki tak jauh dari hotel. Makan siang digeser sore hari karena paginya kami sudah kuliner ke sekitar masjid Istiqomah Bandung, di sana ada banyak sekali makanan enak. Kami memilih soto Padang dan lontong sayur Padang. Lalu, mampir ke Sari Sari Jajanan Pasar, toko kue terkenal di Bandung, isinya kue-kue tradisional yang enak-enak. Jadi, kami benar-benar kekenyangan.

Di Demir Turkish Restaurant itu, kami memilih menu dengan nama yang aneh (karena tidak paham bahasa Turki): tavuk kebab durum, doner schotel, karni yarik, dan yufkali tirit. Untuk minuman, ada ayran, serbet gul, dan sahlp. Semuanya enak-enak. Soal harga, tidak terlalu mahal. Totalnya 330.000. Kami dikasih bonus desert gratis, enak banget (lupa namanya). InsyaAllah nanti akan ke sana lagi kalau ada rezeki.

Keesokan harinya, saya menawarkan kepada anak-anak untuk jalan-jalan, tapi akhirnya tidak jadi kemana-mana. Ada opsi ke air terjun Maribaya, tapi info hasil googling, ternyata harus jalan kaki 1 km dari parkir mobil. Rasanya males banget. Akhirnya: kami check out saja lalu pulang. Di halaman hotel, ternyata ada yang jualan boneka. Reza saya tawarin beli boneka besar, “untuk teman belajar” eh, ternyata dia mau. Ya udah, beli deh. Tidak mahal karena dibuat sendiri oleh si penjualnya, cuma 130ribu rupiah. Siboneka kami beri nama Senor Marron (Mr. Brown dalam bahasa Spanyol). Kami lalu menuju Dendeng Batokok Dago untuk makan siang.

Saat makan, saya tiba-tiba teringat, 25 November 2016, saya lulus sidang terbuka disertasi. Sidangnya dihadiri ortu saya dan ibu mertua, serta adik dan adik ipar. Lalu, kami makan bareng di Dendeng Batokok Dago ini (karena lokasinya dekat dari kampus saya). Ya Allah, sudah berlalu lima tahun dari masa itu, alhamdulillah alaa kulli haal. Saya ingat rasanya, bahagia sekali, ortu saya bisa menyaksikan saya menyelesaikan studi S3.

Kembali ke buku Kishimi dan Koga, “Kita menentukan hidup kita sendiri menurut makna yang kita berikan pada pengalaman di masa lalu.” Apapun yang sudah terjadi, tidak bisa diubah lagi. Tugas kita saat ini adalah memaknai masa lalu itu dengan cara yang memberdayakan (empowering), membuat kita untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi saat ini dan di masa depan.

Selamat tahun baru 2022. Semoga Allah melindungi kami sekeluarga, dan Anda semua, yang membaca tulisan ini. Kullu aam wa antum bikhairin (Semoga sepanjang tahun Anda sekalian berada dalam kebaikan).

–diupload 00:38 WIB tanggal 1 Januari 2022

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s