Afi, Plagiarisme, dan Logical Fallacy

Close-up  of young beautiful woman hands writing and work with laptop computer.Afi Nihaya Faradisa adalah seorang facebooker yang sangat terkenal karena status-statusnya di-like puluhan ribu orang. Tulisannya yang jadi hits berjudul ‘Warisan’. Saya tidak sepakat 100% dengan isinya, tapi menurut saya, sah-sah saja orang berpendapat dan berproses.  Dan sebuah tulisan yang baik (bukan hoax atau hate speech), selayaknya ditanggapi dengan baik dan beradab. Tapi anehnya, tulisan Afi ini mendatangkan bully-an dahsyat. Akun FB nya sempat down karena direport ramai-ramai.

Lalu, Afi menjadi sangat terkenal, masuk TV dan diwawancarai media dan bahkan masuk TV, acara Rosi dan Mata Najwa. Dalam acara itu, sekilas saya lihat Afi mampu memberikan pendapat dengan jelas, jadi ‘cocok’ dengan tulisannya. Dalam arti, apa yang ia tulis memang terinternalisasi dalam dirinya sehingga ia mampu menyampaikan pula dengan lisan.

Eh, tiba-tiba muncul tuduhan bahwa tulisan Afi itu plagiat. Banyak sekali yang komen, simpang siur, entah benar copas entah tidak. Saya tidak ada waktu untuk mengikuti intens. Tapi, ada hal-hal yang membuat saya miris.

Jadi ini komentar saya.

Continue reading

Advertisements

Kisah-Kisah Nyata tentang Radikalisasi Anak Muda

selamatkan anak-anak kitaKisah-kisah berikut ini nyata, saya kumpulkan dari teman-teman yang nyata. Semoga kita, terutama para orang tua, bisa mengambil hikmah dan menjaga anak-anak kita baik-baik.

Ibu I, suatu hari mengecek sebuah grup WA di hape keponakannya. Grup tersebut adalah grup siswa-siswi sebuah SMP. Didapatinya, kata gantung dan penggal biasa diucapkan anggota grup. Foto penggalan kepala juga di-share (kemungkinan korban teroris di Suriah). Saat ia mengadukan hal ini kepada ibu si anak, ternyata ibunya biasa saja. Menurut si ibu, adalah baik bila anaknya sejak kecil sudah punya semangat ‘jihad’.
Continue reading

[Parenting] Melatih Anak Menulis

menulis1

Skill menulis itu penting banget, menurut saya. Bukan melulu agar jadi penulis profesional, tapi dalam berbagai lini kehidupan kita, ada banyak hal yang bisa dilalui dengan mudah bila punya skill menulis dan sebaliknya jadi beban berat ketika skill menulis kita lemah. Misalnya saja nih, nulis paper tugas kuliah, skripsi, hingga disertasi. Bukan sekali dua kali saya saksikan orang yang sebenarnya pintar banget tapi kerepotan menyelesaikan studi gara-gara kesulitan menuangkan pemikirannya dalam tulisan.

Karena itu sejak anak-anak masih kecil sudah saya latihkan skill menulis kepada mereka. Berikut ini sekedar sharing, semoga bermanfaat buat ayah bunda.

Continue reading

Jalan-Jalan di Balikpapan

Habis dari Palembang, saya dapat undangan seminar di Balikpapan. Kali ini saya dianter si Akang. Anak-anak ditinggal di rumah, saya titipkan ke bi Elin yang biasa bantu-bantu di rumah kami. Hm, jadi serasa honeymoon gitu deh 😀

Tiba di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman,  waaah… airportnya modern dan keren banget, serasa di Doha atau KLIA gitu deh. Bisa lihat foto-fotonya di sini. Saya sempat berfoto-foto, tapi entah dimana tersimpannya. Selain ini sudah beberapa bulan yang lalu, dan saya memang payah dalam menyimpan file, selalu saja terserak dimana-mana.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, saya dan si Akang pinjam motor dari penjaga penginapan, dan jalan-jalan keliling kota. Tujuan utama, pingin cari pantai, tempat wisata favorit saya. Pantai yang kami tuju ada di pusat kota, jalan Sudirman. Kami menyusuri ruas-ruas jalan protokol yang lebar, asri, bersih, dan sepi banget.

Continue reading

Jalan-Jalan ke Palembang

Sebenarnya ini cerita lama, Juni tahun lalu. Tapi karena berbagai kesibukan, saya tidak sempat menuliskannya. Jadi serasa punya utang deh, sama seorang blogger yang baik hati mau menemani saya jalan-jalan keliling Palembang. Namanya Yayan, seorang travel blogger terkenal (omnduut.com). Kalau baca blognya Yayan, dia sering cerita menemani turis asing karena dia gabung di coachsurfing. Juga menemani teman-temannya sesama travel blogger. Jadi, emang sangat tepat meminta bantuan Yayan nganterin jalan-jalan keliling Palembang.

Sebab utama perjalanan ini adalah undangan untuk mengisi seminar di IAIN Palembang. Sampai di airport, dijemput sama Yayan (panitia seminar sudah menawarkan untuk menjemput sih, tapi saya tolak). Pake motor, hihihi, siap-siap punggung pegel deh. Karena Yayan sudah kasih tau bakal jemput pake motor, saya bawa ransel, bukan koper.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Museum Al Quran Raksasa yang berlokasi di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang. Sampai di lokasi, whoaaaa.. takjub banget liat ayat-ayat Al Quran dipahat di lembaran kayu berukuran 177cm x140cm x2,5 cm. Kayunya adalah kayu tembesu yang banyak tumbuh di Sumsel.

Penggagas pembuatan kaligrafi Al Quran Raksasa adalah tokoh Palembang bernama H. Sofwatillah Mohzaib. Ia sendiri pandai memahat kaligrafi di atas kayu, namun dalam pembuatan Al Quran Raksasa ini ia dibantu oleh tim pemahat dan menghabiskan waktu selama 7 tahun.

Rasanya sungguh luar biasa, masuk ke ruangan yang berisi lembaran-lembaran kayu bertuliskan ayat-ayat Quran, sambil membaca beberapa ayat di antaranya, semoga dapat berkahnya.

Continue reading

Mencicipi Kopi Khas Jawa Barat, Java Preanger

Kemarin saya mengikuti sebuah seminar yang diadakan di sebuah hotel di Jalan Pelajar Pejuang. Dari stasiun Bandung, naik angkot hijau muda menuju Gede Bage, dan diturunkan di belokan jalan Martanegara (karena rute angkot tsb memang demikian).

Nah, saat saya mau nanya-nanya, hotelnya ada dimana, terlihatlah kafe Gen Coffee. Lokasinya di Jln Pelajar Pejuang tapi tepat di belokan jalan Martanegara itu (tepatnya, Jl Pelajar Pejuang no 109-111A)

Saya udah lama dengar nama kopi Java Preanger itu, tapi belum pernah merasakan, belinya juga ga tau dimana. Jadi, karena penasaran, saya pun masuk ke kafe itu. Kafenya kecil saja, hanya ada 1 meja bundar dengan beberapa kursi. Ada meja-meja yang di atasnya ditaruh toples-toples berisi biji-biji kopi. Lalu ada mesin pemanggang biji kopi (roaster). Disediakan juga kopi gratis untuk minum di tempat, boleh pilih jenis yang mana. Sayang waktu itu saya lagi puasa, jadi ga nyicipin.

Bapak pemilik kafe sangat ramah, namanya Pak Dede Gustaman. Beliau dengan ramah menjelaskan koleksi kopinya satu persatu, dibuka toplesnya dan menyuruh saya mencium wanginya. Karena saya bilang saya tidak terlalu suka kopi yang terasa banget asamnya, Pak Dede menyarankan untuk memilih kopi jenis  Cattura Yellow. Harganya @100gr Rp65.000. Saya minta 50 gram aja.

Continue reading

Persian Kebab di Bintaro

Beberapa waktu yang lalu, kami sekeluarga ke Jakarta untuk beberapa keperluan. Di perjalanan, kami sempatkan mampir ke Lotte Mart Bintaro, untuk mengejar sesuatu spesial, yaitu Persian Kebab. Yang menginfokan soal kebab ini, teman fesbuk saya. Lama memendam penasaran, akhirnya hari itu sampai juga deh…

Pemilik toko kebab ini orang Iran asli, menikah dengan orang Indonesia. Namanya Sayid Mehdi. Saya sempat WA-an sama dia, pake bahasa Persia (dan ini bikin dia antusias banget), dapet nomernya dari teman saya itu. Sayangnya dia lagi ga di toko. Tapi dia menyuruh karyawatinya untuk memberi kami oleh-oleh berupa douh (minuman khas Iran terbuat dari yoghurt) dan nun/nan (roti tipis khas Iran, mirip tortila).

Continue reading