Suatu Hari di Bulan Januari

Karena ada kerjaan di “kota” (kami tinggal di pinggiran), dan tanggung kalau pulang ke rumah karena besoknya musti ke kota lagi, saya dan suami menginap di sebuah hotel di Dago (Bandung). Kampus saya dulu (S2-S3) di Dago. Jadi, kawasan ini penuh kenangan buat saya.

Sayangnya, kenangan saya atas kawasan ini adalah kegalauan. Kuliahnya sih happy banget, dosen-dosen yang baik hati, teman-teman kuliah yang menyenangkan.Tapi… saya waktu itu banyak beban pikiran soal anak-anak, yang ketika itu masih kecil. Sering mereka hanya berdua di rumah. Kadang memang ada tetangga saya yang menemani.

Si Akang waktu itu lebih sering di Jakarta (karena kerja di sana) daripada di rumah. Saya sering pulang naik angkot menuju stasiun kereta dengan penuh rasa cemas. Takut ketinggalan kereta (yang artinya, semakin lama bisa sampai di rumah).

Sementara itu, si Akang pernah melalui masa kuliah S2 di Dago juga dan saat itu kehidupan kami masih tidak jelas. Banyak beban pikiran karena blio kan kepala keluarga. Dulu banget, blio pernah melalui dua tahun masa kuliah S1-nya di kawasan ini dalam kondisi sangat sulit ekonomi, bahkan pernah sampai tidak makan tiga hari. Intinya, buat kami, kawasan ini memang sesuatu banget.

Nah, sore itu, kami memutuskan jalan-jalan di jalanan yang sering kami lalu di masa-masa kuliah dulu. Benar-benar jalan-jalan, tidak sekedar lewat dengan tergesa seperti biasanya.

Kami menyusuri jalanan kenangan sambil berbicara soal masa lalu. Yang kami lakukan adalah memaknai ulang masa lalu itu. Rumusnya: tragedi + waktu = komedi. Jadi, keresahan dan kesulitan di masa lalu, seiring dengan waktu yang telah berlalu, sebenarnya bisa ditertawakan. Tertawakan saja dan lepaskan.

Dan benar saja, saya malah tertawa mengingat momen-momen sulit di masa lalu. Alhamdulillah semua bisa terlalui. Saya bersyukur bahwa kini saya kembali melewati jalanan ini dengan kondisi yang jauh lebih baik, lebih dewasa, lebih tenang.

Dua tahun terakhir, memang ada banyak kesuraman yang dilalui. Tapi sore itu, jalanan ramai dan suasana terasa riang. Toko fotokopian kembali ramai oleh mahasiswa. Kios, kafe, dan warung semarak oleh pengunjung.

Life goes on.

video

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s