Catatan Ahad Pagi #28: Anak Cerdas

Di saat ‘lupa’, saya sering kesal, bahkan meledak, menghadapi sikap-sikap Reza yang tak jua kunjung ‘besar’, masih sangat kekanak-kanakan, manja, nempel terus (dia menuntut saya untuk full memberikan perhatian, padahal di saat yang sama, ada banyak pekerjaan lain yang harus saya lakukan), marah kalau keinginannya tak dituruti, dll. Tapi, kalau sedang ‘ingat’, dalam arti sadar soal tanggung jawab sebagai ibu…yah…lumayanlah, saya bisa bersabar menghadapi Reza…

Namun, sejak empat hari terakhir, saya jauh lebih bisa bersabar, jauh lebih bersyukur bahwa Reza memang masih ANAK-ANAK. “Duh, untung, Reza masih sangat childish dan polos, saya masih punya kesempatan menjaganya baik-baik,” demikian bisik hati saya dengan penuh rasa syukur.

Apa pasal? Nih, perhatikan kalimat mengerikan yang diucapkan oleh seorang anak lelaki usia 5,5 thn kepada gurunya:
– “Bu, aku kemarin di warnet liat bapak-bapak lagi n*n*n sama ibu-ibu”
-“Kenapa ya, Bu, kalau aku lihat perempuan cantik, t*t*tku jadi tegang?”
(Si anak juga pernah menggambar perempuan, dengan memperlihatkan payudara serta alat vital.)

Para guru pun menganalisis situasinya.

Rupanya si anak sering ditinggal sendiri oleh ibunya di rumah karena si ibu punya pekerjaan paruh waktu (dan tempat kerjanya ga jauh dari rumah, jadi sebenarnya si anak hanya ditinggal 2-3 jam saja, itu pun tidak tiap hari). Dan si anak ini sangat cerdas, termasuk kecerdasan emosi, sehingga dia sangat percaya diri ditinggal sendirian di rumah, bahkan mampu berdialog dengan baik dengan orang-orang dewasa. Si anak cerdas ini, rupanya, dengan berani main sendiri ke warnet dekat rumahnya, dan memerhatikan apa yang didownload para pengunjung warnet.

Para guru juga sempat berkonsultasi pada seorang ahli parenting. Kata beliau, gambar si anak (gambar perempuan itu) menunjukkan bahwa memang si anak pernah melihat gambar porno; karena anak akan menggambar apa yang pernah dilihatnya. Beliau juga berkata, anak cerdas justru harus dijaga dengan ekstra oleh orang tuanya karena dengan kecerdasannya, si anak mampu menyerap segala sesuatu di lingkungannya dengan sangat cepat.

Tiba-tiba saya terhenyak. Sungguh, sebenarnya semua orang tua punya tugas berat. Ortu yang punya anak dengan kebutuhan khusus, jelas, punya tugas berat membesarkan anak-anaknya. Tapi jangan dikira bahwa orangtua bisa santai-santai saja jika punya anak ‘normal’ dan cerdas karena bahaya besar sedang mengintai anak-anak cerdas ini. Ini data-data mengerikan yang mengancam anak-anak cerdas itu:
– 1 x imaji porno ditangkap anak, seumur hidup takkan terhapus dari memorinya
-1 dari setiap 2 anak mengakses pornografi DI RUMAHNYA SENDIRI (dari tivi, film, komik, game, internet)
– 1 dari setiap 3 anak menunjukkan espresi biasa saat melihat tayangan pornografi (artinya, mereka sudah biasa melihat)
-62% siswi SMP dan SMA di Indonesia tidak perawan lagi
-sasaran tembak industri pornografi adalah anak-anak lelaki kecil yang belum baligh, karena jika mereka 33-36 kali mengalami ejakulasi akibat melihat pornografi, seumur hidup dia akan menjadi pecandu pornografi. Kerusakan otak akibat pornografi bersifat permanen dan melebihi kerusakan otak akibat kokain.

Seorang teman, guru SMA (yang punya relasi akrab dg murid2nya) pernah bertanya terang2an, siapa yang pernah menonton film porno. Semua anak di kelas itu mengacung, kecuali satu murid saja!

Saya teringat kalimat dari bu Elly Risman, kurang lebih begini (beliau mengucapkannya dengan suara bergetar menahan tangis), “Anak adalah amanah, titipan Allah kepada kita. Allah memberikan anak kepada kita dalam keadaan suci dan bersih. Lalu, apakah kelak kita akan mengembalikan titipan itu dalam keadaan ‘bonyok’???” (bonyok, kiasan utk anak yang terpapar pornografi, narkoba, terjebak pergaulan bebas, dll..).

Ya Allah, nauzubillah min dzalik…

Ya Allah, beri aku selalu kesadaran untuk melindungi anak-anakku sebaik-baiknya. Jangan biarkan aku lupa dan lalai…

Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah satu-satunya pelindung kami, karena itu, aku titipkan anak-anakku pada-Mu….

Dan… saya pun memeluk Reza erat-erat…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s