Dari Rumah Maya Ke Rumah Qurani

Awalnya, saya hanya iseng menulis pengalaman anak saya, Kirana, dalam mengikuti kelas hapalan Quran khusus balita di milis Kafe Muslimah. (Salinan email saya itu bisa dibaca di sini). Tak lama kemudian, beberapa email berdatangan ke mailbox saya, menanyakan lebih detil lagi tentang metode sekolah tersebut. Aneh sekali, sejak saat itu, saya yang selama ini tidak terlalu akrab dengan rumah maya (saya datang mengetuk pintunya hanya ketika ada perlu saja), tiba-tiba merasa menemukan komunitas baru. Saya pun berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya. Mailbox saya mendadak penuh dengan nama-nama baru yang sebelumnya tak saya dengar.

Salah satu nama baru itu, adalah seorang pria dari Singapura. Dia mengenalkan saya pada seorang lainnya di Amerika dan Bandung, yang sama-sama tertarik dengan metode pengajaran Jamiatul Quran. Akhirnya kami sepakat untuk mencoba “me-maya-kan” metode JQ itu. Dengan kata lain, metode itu kami coba tuangkan dalam tulisan dan gambar untuk kami upload ke sebuah website, sehingga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, darimana saja.

Perkenalan di rumah maya itu terus berlanjut dan meluas. Saya mengenal nama-nama seperti Fani, Ali, Aris, Daniar, Ni’mal, Echa, Maya, Waluyo, dan…sederet nama lainnya, yang tinggal di berbagai negeri. Semua tidak pernah saya kenal sebelumnya. Kami adalah komunitas di rumah maya, tidak terikat ruang dan jarak. Ajaib sekali, terutama bagi saya yang baru kali ini merasa punya komunitas di sebuah rumah tanpa dinding, cat, atap, dan mebel. Komunitas itu kami beri nama Rumahpohonku. Sayang, website yang kami cita-citakan itu belum juga terwujud karena kekurangan tenaga (ada yang berminat menjadi sukarelawan website?)

(Oya, ini kejadiannya sebelum saya kenal MP loh)

Akhirnya, seorang sahabat mayaku, tiba-tiba muncul dan menampakkan wajah, setelah dia saya racunin untuk membuat site di MP (kekeke…halo Fani). Oleh Fani, hasil diskusi dan kerja kami di rumah maya itu, diejawantahkan di sebuah rumah di bumi, yang punya dinding, cat, atap, dan mebel. Itulah Rumah Qurani.

Bila untuk berkunjung ke Rumahpohonku, kita hanya perlu duduk di depan komputer dan menekan beberapa tuts keyboard, untuk datang ke Rumah Qurani, kita harus rela tersiram debu jalanan Bandung yang panas. Rumah Qurani yang masih bayi itu kini sedang merangkak, berusaha tumbuh besar dan memberi cahayanya pada anak-anak Indonesia. Tentu ini butuh perjuangan besar dari para “ibu” Rumah Qurani, untuk memberinya makan dan semangat agar tumbuh besar.

Saya tidak bisa melukiskan kesalutan saya pada Fani yang kemudian membentuk “team darat” bersama teman-temannya yang jago gambar dan psikolog. Mereka dengan sukarela, tanpa backingan dana, kecuali dari kantong sendiri, membangun sebuah metode pengajaran Quran yang membuat anak cinta pada Al Quran, bukan takut pada guru ngaji. Yang membuat anak merasa Quran adalah bagian hidupnya, bukan buku berhuruf keriting-keriting membosankan. Yang membuat anak rindu pada kelas Quran-nya di masa kecil dulu, ketika kelak dia sudah dewasa. Yang membuat anak rindu pada guru-gurunya yang manis dan memberi kemanjaan, bukan hukuman dan sederet pe-er. Yang membuat anak tahu, bahwa Allah itu ada dan selalu mengawasi segala gerak-geriknya; bahwa akhirat itu ada dan menunggu tabungan abadinya berupa amal soleh…

Yang bisa saya lakukan hanya mengungkapkan haru dan bahagia saya lewat tulisan dan lewat baris-baris kalimat dalam doa-doa saya.

Dedicated to Fani (dan Afie yg skrg sedang liburan ke Indo dan bergabung dgn Rumah Qurani), keep the spirit!

Cerita2 Fani ttg perintisan Rumah Qurani bisa dibaca di sini

PS: sengaja foto yg saya pasang adalah Kirana, sebab, karena dialah akhirnya Rumah Qurani terbentuk, iya kan? (hehehe, ini sih Mama-nya aja yg GR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s