Karena Kami Sayang Padamu :x

Entah kenapa, saya emang gak demen makan buah, sejak dulu. Kalau buka kulkas, ada pilihan buah atau es krim, yang PASTI saya ambil adalah es krim. Di kulkas kami, buah gak pernah absen. Tapi yang bolak-balik buka kulkas untuk mengambil dan memakannya adalah Kirana dan Papanya. Saya juga ikut makan, kalau disodorin sama si Papa (dalam keadaan sudah terkupas dan siap ditelan). Si Papa entah berapa ribu kali menasehati saya supaya rajin makan buah. Tapi ya itu tadi, dasar ga demen, tetep aja males-malesan (kecuali kalo mangga.. sayang mangga mahal banget di sini dan adanya cuma sekali-sekali aja, impor dari Pakistan).

Kalau Kirana lapar dan makanan belum mateng, dia bisa disogok sama apel dulu. Kalau dia sakit, dia sendiri yang minta jeruk (biar sembuh, katanya). Tentu saja, pengetahuan itu datangnya dari saya. Waktu kecil dulu, tiap dia sakit saya selalu memberinya jeruk dan bercerita bahwa tiap bulir jeruk adalah tentara yang akan berperang melawan virus-virus jahat. Untuk menerangkan apa itu virus, saya bela-belain browsing internet mencari gambar virus.

Terakhir, pagi kemarin. Saat saya asyik duduk di depan kompi, si Papa bercerita dengan kalem, “Tadi di tivi ada talkshow dengan dokter. Katanya, orang-orang yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis—antara lain karena kehamilan..kayak Mama niiiy—sangat besar potensi kena kanker. Kata dokter itu, cara mencegahnya adalah dengan makan buah dan olahraga.” Saya terdiam.


“Oo.. iya, si dokter juga bilang, umumnya pasien-pasiennya kayak Mama, selalu menunda-nunda untuk mulai hidup sehat.” (Saya memang selalu berjanji pada suami, nanti kalo di Ina akan ikut klub senam dan rajin berolahraga).

Saya masih diem. Ngeri juga..kanker?!

Kirana pun nyeletuk dengan pertanyaan favoritnya, “Kenapa?”

Dengan singkat saya ulangi kata-kata Papanya dalam bahasa sederhana. Matanya yang bundar itu terbelalak. “Oh Mama… ayo olahraga.. begini loh caranya… (dia langsung lari-lari dari ujung ke ujung rumah kami yang super mungil)” Selama saya kerja di depan kompi, dia berkali-kali mengganggu, “Mama, ayo makan jeruk!” Oh..oh.. pusiiiing…

Si Papa tersenyum, “Itu karena kami sayang padamu Ma…”

*yang lagi berusaha mulai hidup sehat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s